Maka alangkah ruginya orang yang hanya mencintai keduniaan yang dengan kamatiannya lalu harta bendanya itu dirampas oleh musuhnya kemudian ditambah dengan siksaan akibat penyesalan karena tidak bisa mendapatkan kenikmatan di akhirat. Orang itu pula lalu terputus hubungannya dengan Allah. Sedangkan orang yang cinta kepada selain Allah akan mendinding dirinya untuk tidak bisa berjumpa dengan rahmat Allah, juga tidak mendapatkan kenikmatan dan kesenangan yang lainnya.
Orang yang demikian akan merasakan betapa susahnya berpisah dengan orang-orang yang dicnitainya. Terjadi penyesalan terhadap perbuatannya yang telah lampau, yang akibatnya tidak mendapatkan kenikmatan di akhirat buta berabad-abad lamanya. Telah putus hubungannya dengan Allah, yang akhirnya mendapatkan siksaan neraka. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an :
Artinya : “sekali-kali tidak Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.Kemudian, Sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka”.
Adapun mereka yang tidak banyak terpengaruh oleh keduniaan, yang mencintai semata-mata kepada Allah, dan yang cinta untuk berjumpa dengan Allah. Yang dapat melepaskan dirinya dari kungkungan keduniaan, dan terlepas dari kungkungan nafsu syahwat. Dan yang dapat melepaskan dirinya dari rintangan-rintangan tersebut maka itulah yang akan mendapatkan kenikmatan akhirat dan keamanan ketika berada disana. Hal itu akan diterima oleh orang mukmin dalam sepanjang masa.
Jika kita bandingkan dengan orang yang mencintai dirinya untuk memiliki seekor kuda. Yang nantinya berpisahdengan kida itu akan lebih menyakitkan daripada sabarnya digigit kalajengking. Padahal nantinya jika kematian itu telah mengancam baginya, maka yang bersangkutan harus berpisah dengan kudanya, dokarnya, rumahnya, tanah pekarangannya, keluarga dan familinya, anak-anaknya, mereka yang dikasihi olehnya, orang-orang yang dikenalnya dan jabatannya. Labih dari itu juga pendengarannya, penglihatan dan segenap anggota tubuhnya, dan putus asalah jika barang-barang yang dimilikinya itu diambil. Bahkan perpisahan dengan kekayaannya itu adalah lebih susah dari pada gigitan ular maupun kalajengking. Rasa penyesalan sesudah kematian diserahkan sepenuhnya kepada manusia itu sendiri, apakah ingin yang banyak ataukah yang sedikit. Dengan demikian yang terbanyak ular dan kalajengkingnya adalah kuburan mereka yang kaya yang lebih mencintai dunia daripada kehidupan syurga akhirat. Yaitu setelah mereka merasa senang dengan keduniaan ini dan merasa tenang hidupnya dalam keduniaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar