Jumat, 28 Desember 2012

Air Mata Rasulullah Dalam Mensyukuri Nikmat

Nabi Muhammad saw, termasuk orang yang sering menangis. ada berbagai sebab yang membuat beliau sampai meneteskan air mata. beliau menangis tidak hanya dalam keadaan sedih atau lagi mendapat musibah. bahkan dalam menerima kenikmatan pun tak jarang beliau menangis.

Hal itu sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Atha'. suatu hari ia bersama Ubaid bin Umar r.a. masuk kerumah Aisyah r.a.

Aisyah lau berkata, "sudah lama kalian tidak mengunjungi kami."
kemudian Atha' berkata, "wahai istri Rasulullah, ada pepatah yang mengatakan, 'berkunjunglah jarang-jarang supaya kamu akan bertambah senang.'"

Mendengar perkataan itu, Aisyah lantas berkata, "sudahlah berdebatnya. aku tidak membutuhkan omong-omonganmu itu, sekarang apa tujuanmu datang kemari?"

Ibnu Umar kemudian berkata,"beri tahu kami tentang perilaku Rasulullah yang membuatmu kagum."
Mendengar permohonan tersebut, Aisya diam sejenak. lalu ia berkata, "Pada suatu mala Rasulullah saw. bersabda kepada ku. wahai Aisyah, biarkan aku malam ini beribadah pada Tuhan.' Aku lantas berkata,' Demi Allah, aku sangat senang berdekatan denganmu. Aku juga senang memberikan sesuatu yang bisa menggembirakan dirimu.'"

Aisyah kemudian melanjutkan ceritanya. "Lalu Rasulullah bangun (dari tempat duduknya) untuk bersuci, kemudian beliau sholat, dalam sholat itu, beliau tak henti-hentinya menangis sampai-sampai jenggot dan pangkuannya basah oleh airmata."
"kemudian belaiu menangis lagi. tangisan beliau kali ini tak berhenti-berhenti hingga air matanya membasahi tanah."

Akhirnya datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan subuh. ketika itu melihat Nabi Muhammad saw. menangis, dirinya bertanya, "ya Rasulullah, mengapa engkau menangis? padahal Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah lampau dan yang akan datang."
mendengar perkataan Bilal tersebut, beliau menanggapinya, "Apakah aku tidak menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?"

peristiwa tersebut menunjukkan ketawadhuan Nabi Muhammad saw. Meskipun beliau dijamin masuk surga, kualitas ubadahnya tetap terjaga. bahkan beliau lebih tekun dan khusyu dalam beribadah sabagai rasa syukur beliau terhadap Allah. Inilah yang membuat beliau sampai tidak mampu membendung airmata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar