Jumat, 25 Januari 2013

WANITA YANG BANGGA DENGAN KEISLAMANNYA

            Di salah satu pojok kota Paris seorang  wanita muslimah melangkahkan kakinya memasuki sebuah mini market. Pakaiannya yang dalam menutupi rapat seluruh tubuhnya dilengkapi dengan burqa’ yang menutupi wajahnya menunjukkan kepercayaan diri dan konsistensi yang tinggi terhadap agama islam yang di anutnya. Apalagi ditengah tekanan kebijakan pemerintah Negara tersebut yang memberangud kebebasan berpakaian sesuai syari’at.

           Setelah memindahkan barang-barang yang diperlukan dari beberapa rak mini market kedalam keranjang belanjaan dia pun segera menuju kasir. Seorang wanita dengan dandanan dan riasan kosmetik ala pramuniaga bertanggung jawab disana. Wajah dan rambutnya yang terbuka menegaskan wanita kasir ini seorang imigran dari salah satu Negara Islam. Dapat dipastikan dia juga seorang muslimah.

           Wanita kasir mini market menghujam pandangan sinis kepada saudari muslimah bercadar tersbut. Satu persatu tangannya merenggut belanjaan yang diletakkan muslimah bercadar itu, kemudian mendekatkan alat scanning mini ke label kode barang. Begitu  scanning –yang hanya sekejap mata selesai– selesai, kasir wanita dengan kasar meletakkan barang belanjaan tersebut diatas meja stainless steel mengkilap disamping kirinya. Seakan hendak meremukkan barang tersebut.

            Muslimah berniqab tersebut tidak bereaksi, dia tetap tenang mengeluarkan barang belanjaan dari keranjang. Tidak ada reaksi negative yang diperlihatkannya, bahkan dia terlihat semakin menunjukkan sikap sebagai wanita terhormat.

            Ketenangan dan kedewasaan sikap wanita tersebut membuat si kasir semakin gusar dan kesal hatinya. Kata-kata tak enak pun menyerapah dari mulutnya, “kita menghadapi banyak masalah dan tekanan di Negara Perancis ini. Anda seharusnya sadar niqap ini adalah salah satu sumber utama masalah yang membuat situasi semakin sulit. Saya juga beragama Islam, tetapi disini saya untuk berbisnis, bukan untuk beragaman atau bernostalgia dengan sejarah masa lalu. Jika anda bermaksud menjalankan agama atau memakai pakaian seperti ini  sebaiknya pulang saja ke Negara anda. Di sana anda bisa beragama sesuai ketentuan Negara anda itu.”

             Sampai disini muslimah bercadar berhenti mengeluarkan barang belanjaanya dari keranjang. Ditatapnya kasir itu lekat-lekat, kemudian disapukannya pandangan keseluruh area mini market. Masih sepi, dan tidak ada seorang pun laki-laki. Dia kemudian beranjak kehadapan kasir wanita. Tangannya melepas cadar yang menutup wajah, lalu sedikit melonggarkan jilbabnya. Kasir wanita itu dapat melihat dengan jelas , dia berrambut prang dan bermata biru. Di tarik nafasnya dalam-dalam kemmudian berkata, “Saya orang Perancis, Isalm agama saya, Perancis juga negara saya…! Anda ? kalian telah menjual agama kalian, lalu kami beli !” nada bicaranya tetap tenang tetapi tegas.

            Allah Maha Besar. Kata-kata yang di ucapkan nya menunjukkan tingginya kepercayaan diri dan betapa bangganya dia dengan agamanya. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan wanita seperti ini di tangah umat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar